Senin, 19 Mei 2014
Why I Love Stephanie Meyer So Much?
Selamat pagi, apa kabar?
Hehe mulai hari ini aku pindah ke blog ini setelah beberapa bulan asik di dearkharin.blogspot.com
Hari ini aku mau cerita tentang idola aku dan inspirasiku dalam menulis.
Pasti tahu kan film dan novel twilight saga: Twilight, New Moon, Eclipse, Breaking Dawn Part 1, dan Breaking Dawn Part 2?
Nah, penulis novel & film legendaris tersebut adalah Stephanie Meyer.
Sejak kapan suka Stephanie meyer?
Sejak baca novel New Moon. Jujur aja, sebenarnya aku agak telat tahu soal Twilight sebelum itu. hahaha. Gak engeh dan memang kurang suka nonton film. Aku cenderung lebih suka baca dan saat itu perjumpaanku dengan New Moon juga di perpustakaan sekolah.
Sebenarnya dari dulu penasaran dengan Eclipse, tapi buku itu terlalu laris dipinjam, jadi ya sudah lah, cari yang ada aja..
Dan akhirnya pun aku pinjam "New Moon" dan membungkusnya ke rumah.
Buku itu cukup tebal, aku lupa berapa jumlah halamannya, mungkin di atas 500 halaman. (maaf kalau salah yaa). Awal ceritanya dimulai dari Bella yang melihat dirinya di cermin, bla bla bla, sampai ke cerita dimana Edward meninggalkannya dan Bella mulai intensif bertemu dengan Jacob.
Frustasi, dan sedih. Itu yang ku rasakan pada awalnya. Stephanie bisa membawaku masuk ke dalam cerita itu, seolah-olah aku benaran ada disana.
Kenapa bisa nge-fans?
Karena aku jatuh cinta setelah membaca "New Moon", aku ketagihan dan selanjutnya meminjam "Eclipse" setelah ngantri lama dan maksa-maksa Ibu perpustakaan supaya melepas buku itu ke tanganku (strategi relasi :p) Hahaha.
wooaahhh!! Ceritanya semakin seru dimana Victoria, vampire musuh keluarga Cullen, muncul dan mencari segala cara untuk membunuh Bella. Lalu bagian dimana Bella galau memilih Edward atau Jacob, yang berhubung pada keputusannya menjadi vampire.
Setelah membaca dua series itu, aku memutuskan untuk nge-fans sama Stephanie Meyer.
Aku membaca semua series Twilight dan juga menonton filmnya.
Momen yang gak terlupakan?
Waktu aku nonton Breaking Dawn Part 2.
Sebut aja itu pengorbanan seorang fans yaa karena perjuangan dapetin tiketnya gak gampang banget.
Hikss. Harus antri panjang berjam-jam dan mendapat jawaban: "maaf mbak, tiketnya habis. Adanya yang midnight, gimana? mau?"
Dengan muka ditekuk, aku langsung pulang menelan kekecewaan. Masalahnya? Aku nonton sendirian!
dan gak mungkin nonton tengah malem juga. Bisa-bisa pulang ke rumah disuruh tidur di luar (T.T)
Setelah tiga hari melakukan hal yang sama dan mendapat kekecewaan juga, aku mengatur strategi.
Aku pilih hari libur dan berangkat ke mall pagi-pagi.
Dan lagi-lagi, sen-di-ri-an. Kebayang gak nonton film di bioskop sendirian? Dimana semua orang asik sama pasangannya atau teman-temannya, aku gigit jari aja gitu ngeliatin mereka.
Hahaha.
Eits, belum selesai nih cerita "pengorbanannya"!
Ada lagi, begitu mall dibuka, antrian sudah panjang, aku ikut barisan dan antri sekitar lima belas menitan.
Alhamdulilah, kali ini "mbak-mbak-nya" langsung suruh aku pilih tempat duduk.
Tapi... cuma tersisa tiga tempat duduk waktu itu. Dua tempat duduk di bagian tengah dan satu di kursi paling depan.
Aku pikir, "Wah, kalo gue ambil yang di tengah, berarti gue di kelilingi sama orang pacaran dong?" dan bayangan gak mengenakan *sensor* tiba-tiba terpikirkan.
"Kalo gue ambil yang di depan gak masalah kali ya?"
Karena si "mbak-mbak" itu sudah kelamaan nunggu keputusan, akhirnya aku pilih kursi paling depan aja. Satu tiket masuk ke kantong. Karena waktunya masih lama, aku putuskan untuk cari makan dan kembali mepet 5 menit. (Biar keliatannya lagi nyari pasangannya gitu! Kan gengsi juga kalau ketahuan sendiri.)
Dan duduk lah aku di sebuah kursi di bagian depan. (coba deh rasain duduk di depan sebelah kanan, pasti pulang-pulang kepalanya sengklek sebelah :D )
Di kanan kiriku duduk genk cewe-cewe riweuh yang dari awal gak bisa diem. Curhat lah, sms-an lah. Pokoknya mengganggu.
Yang bikin aku terenyuh sama diri sendiri adalah, di saat semua orang ketawa, ada teman/pasangan di samping mereka, atau waktu adegan romantis, mereka bisa bilang "so sweet" ke orang di sebelahnya.
Sedangkan aku?
Ya ketawa sendiri, ya nangis sendiri. Semuanya sendiri.
Malu?
Ya malu, tapi mau gimana lagi kan? yang penting udah keturutan nonton seri terakhir Twilight Saga dan gak akan nyalahin diri sendiri andai gak nonton karena alasan "gak ada teman yang bisa nemenin" atau "temennya pada pulang kampung", apalagi "temennya udah nonton semua, tinggal gue yang gak gaul."
ITU LEBIH TRAGIS LAGI!
Apa hikmahnya nge-fans sama Stephanie Meyer?
Sebelum kenal "New Moon", kira-kira tahun 2010-an aku mulai iseng-iseng nulis cerpen dan pada tahun 2011-nya cerpen itu ku kirim ke sebuah majalah. Dan ternyata dimuat.
Jujur aja aku kaget kenapa cerpenku bisa dimuat, padahal menurutku isi cerita itu masih berantakan banget.
Setelah aku membaca "New Moon", kepalaku seolah-olah dipenuhi kata-kata bagus.
Dan kebetulan, aku bisa menuangkannya di salah satu cerpen berjudul "Jingga" yang setelah itu diminta langsung oleh Guruku untuk diterbitkan di majalah sekolah. Menyusul karyaku yang lain seperti "Sudah Cukup Perawan Tua" diterbitkan di majalah nasional dan "Sayap-Sayap Patah" yang ku buat khusus untuk majalah sekolah di tahun kedua.
Setelah menghabiskan semua seri-nya, aku jadi bercita-cita ingin menjadi seperti Stephanie Meyer, dalam artian ingin menghasilkan sebuah karya sebesar dan sebagus itu.
Ingin karyaku dibaca semua orang di dunia dan diterjemahkan ke banyak bahasa.
Saat ini sendiri, aku sudah menyusun sebuah novel "teenlit" yang insyaAllah, kalau gak ada halangan bisa publish di bulan Juni 2014.
Nantikan ya..
Segitu dulu ceritanya hari ini,
tunggu postingan aku selanjutnya ya~~
love.
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar